And they found a servant from among Our servants to whom we had given mercy from us and had taught him from Us a [certain] knowledge. (Quran: Al-Kahf: 85)

Dua sisi nikmat

Semu, semu, s.e.m.u, ya semu.

Itu lah haikikatnya kesenangan dunia; semu.

Alhamdulillah wa astaghfirullah, dalam tahun 1435 Hijri ini mendapatkan nikmat dunia yang luar biasa banyak.

Layaknya pisdouble-edged-swordau bermata dua, nikmat-nikmat berlimpah tersebut dapat menjadi rahmat atau justru jadi bumerang.

Nikmat tersebut harusnya dimanfaatkan untuk mencapai nikmat paling utama, yaitu bertemu Allah Al Khaliq.

Di sisi lain, terkadang manusia terhanyut dalam nikmat-nikmat tersebut, bukannya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, tapi digunakan untuk hal-hal bathil dengan terhanyut dalam pusaran gravitasi nikmat-nikmat itu.

Lebih parahnya, ada yang mengerti perihal ini tapi tidak diindahkan, aqal nya sudah kalah dengan emosi (nafs) nya.

Kacau nya lagi, ada yang mengerti perihal parahnya, tapi justru tidak mengindahkan bahkan nulis di-blog sok-sok-an righteous.

Astaghfirullah….

Astaghfirulllah…

Astaghfirulllah…

Na’udzubillahi min dzalik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: