And they found a servant from among Our servants to whom we had given mercy from us and had taught him from Us a [certain] knowledge. (Quran: Al-Kahf: 85)

Archive for September, 2014

BUMBU CEMBURU!

Pojok Biru

Bogor, Desember 201#

Razif terkejut ketika sampai rumah. Ruang tamu sederhana yang baru ditatanya bersama istrinya seminggu lalu berubah total. Sekilas memang tampak lebih rapi. Ia tersenyum sedikit, sempat terlintas “ada apa?” di pikirannya. Tapi ia tepis. Bukannya ini lebih manis?
“Dek?” ia memanggil istrinya, lupa pula belum sempat mengucap Assalamualaikum.
(Sst, FYI, di bagian ini Ayin belum lahir, masih di perut 2 bulan).
Tak ada jawaban. Ia berjalan menuju kamarnya. Bukannya mendapati istrinya, ia malah tambah terkejut. Kamar itu juga tampak lebih manis. Kali ini ia tak dapat menepis lagi pertanyaan “ada apa?” di pikirannya. Bukankah pasangan muda ini baru menempati rumah ini seminggu yang lalu setelah enam bulan mereka tinggal bersama orang tua Razif? Bukannya baru kemarin mereka bahagia menata perabotan mereka yang belum banyak?
“Dek?” panggilnya lagi, kali ini dengan volume yang lebih keras.
“Iyaaaa.” terdengar suara dari dapur. Ia lega istrinya ada di rumah.

View original post 926 more words

Advertisements

Rezeki Sudah Tertakar, Tak akan Pernah Tertukar

berbagi cinta & makna

Sebetulnya ini bukan peristiwa yang baru saja terjadi, tapi sudah nyaris dua tahun lebih berlalu. Cuma karena ada hikmahnya, sayang jika tidak dituliskan. Ceritanya begini.

Selesai urusan membangun rumah, saya dan suami termangu. Bingung dan tak menyangka, anggaran untuk rumah memakan dana yang sangat besar. Sebetulnya memang ana rega ana rupa (ada harga ada kualitas). Tapi kami merasa rumah ini terlalu luas, dan terlalu megah. Hmm, antara menyesal dan lega.

rumahku1

Nah, pagi di hari Sabtu itu, saya dan suami duduk nggelosoh di teras rumah baru yang memang masih kosong melompong.
“Kapan pindahan ke sini ya Mas? Masih kosong, jadi bingung. Mau bawa barang-barang dari tempat lama, barang-barangnya udah pada lama semua. Apa pantes ya?” tanyaku ragu.
“Iya. Mamas juga bingung. Kata teman-teman yang bangun rumah, ngisi rumah itu anggarannya separo dari anggaran mbangunnya. Halah, kita sudah tongpes, hahaha,” jawab suamiku sambil bercanda.
“Ya sudah jangan pindah dulu, buat acara-acara rapat…

View original post 1,288 more words